| fakebaobei! | |
| day by day hello to myself part of me run with me | |
|
Goodbye 2017.
Posted on January 02, 2018 Begitu banyak hal yang terjadi di tahun 2017. Dari yang menyenangkan sampai yang menyedihkan. Mendapatkan dan kehilangan. Jatuh dan bangun. Kalau bisa diibaratkan, tahun 2017 merupakan sebuah roller coaster bagiku. Roller coaster yang tidak berujung dan tidak pernah tertebak.
Ada satu waktu dimana aku benar-benar menikmati hari-hariku, dimana aku melupakan segala hal yang ada, dimana aku menulikan telingaku dan membekukan otakku dari segala logika dan rasionalitas. Saat dimana perasaan, keegoisan, dan gairah memegang kendali atas hidupku.
Yah, itulah awal 2017-ku. Serta masa-masa terakhirku dengan usia belasan.
Waktu terus berjalan, satu bulan terlewati, tiga bulan, lalu setelahnya, dalam sekejap mata, 9 bulan terlewati. Memasuki bulan ke-10, bulan dimana aku genap berusia 20 tahun.
Hmmh.. rasanya sedikit aneh. Physically, aku merasa tidak ada yang berubah dalam diriku. Namun, karena hal tersebut, orang-orang disekitarku terus mempertanyakan "ke-absahan" usiaku. Sebagian mengatakan, "sudah umur 20, tapi kenapa badan masih segitu?", sebagian lain membandingkan body-ku dengan body anak-anak SMP yang terlihat jauh lebih besar dan dewasa dariku. Ditambah dengan fashion-ku yang menurut kebanyakan orang dengan usia sebaya atau diatasku sangatlah tidak pantas karena begitu childish.
Secara sadar, aku tidak pernah memasukkan kedalam hati perkataan-perkataan tersebut. Namun ternyata secara tidak sadar, perkataan-perkataan itu telah masuk kedalam pikiranku begitu dalam. Aku mulai tumbuh menjadi pribadi yang menyalahkan diriku sendiri. Membenci tubuhku sendiri. Aku mulai tidak percaya diri dengan apa yang aku punya. Aku mulai mengusahakan segala cara agar penampilanku menjadi sempurna. Aku begitu berambisi untuk menjadi apa yang society inginkan. Aku begitu berambisi untuk mendapatkan pengakuan. Dan secara tidak langsung, ambisi itu mengarahkanku pada ketidakbahagiaan. Aku terlalu sibuk mengejar pengakuan masyarakat sehingga aku tidak lagi menikmati kehidupanku. Sehingga aku lupa bagaimana cara menikmati hari, menikmati setiap waktu dan moment yang ada. Sehingga 2017 berlalu dengan aku yang tidak dapat mengingat apapun kecuali kesedihan yang aku rasakan ketika kehilangan dua sosok penting dalam hidupku.
Tepat seminggu setelah usiaku bertambah, anggota keluargaku berkurang. Tepat di penghujung tahun, ketika aku mulai menyadari akan kebodohanku dalam menyia-nyiakan waktu untuk memenuhi keinginan orang lain, aku kehilangan sosok role-model ku sejak masa kecil. Sedih? Aku berpikir jika ada kata yang bisa menggambarkan perasaaanku, namun sepertinya tidak ada. Bahkan sedih tidak mampu melukiskan apa yang aku rasakan. Aku begitu hancur. Aku seperti benar-benar merasa sendiri. Aku begitu marah. Marah pada diriku sendiri. Marah pada diriku yang begitu bodohnya peduli dengan perkataan dunia yang aku sendiripun tidak kenal siapa mereka dan malah mengacuhkan orang-orang yang penting dalam hidupku. Aku hidup tapi aku seperti mati. Aku tidak dapat berfikir apapun lagi selain menyesali kebodohanku sendiri. Penutup tahun 2017-pun menjadi sebuah hal yang tidak berarti apapun. Bagiku, sekarang maupun esok akan sama saja. Aku telah kehilangan mereka. Hariku akan begini saja.
Aku terus merenunginya disepanjang penutup tahun ini. Hari demi hari aku lalui sendiri dengan merenung. Hingga akhirnya tulisan ini muncul.
2017 merupakan roller coaster bagiku. Kesenangan yang kurasakan karena akhirnya keluar dari usia belasan dan memasuki angka 2 diawal yang akhirnya disambung dengan kesedihan dengan kehilangan 2 sosok penting dalam hidupku.
Selamat tinggal, 2017.
Selamat tinggal, Mbah.
Selamat tinggal, Jonghyuna.
Aku sayang kalian.
With love,
Echa
0Comments:
Post a Comment
|
Hey, peeps!
here i am....
![]() Affiliates
year of us
![]() Chanel Dian Chihuahua Special Special Special Say Hello?
for me, it's you!
|
| This template and banners made by Qayyum★★★ | |