Missing moments.
Posted on February 22, 2016 @ 2/22/2016 08:19:00 pm with 0 comments


Tak pernah terfikir olehku, ketika hidup terus berjalan maju, maka masalah pun akan demikian. Berjalan maju bersama dengan hidupku. Sewaktu aku kecil, aku membayangkan, betapa bahagianya menjadi orang dewasa, mereka bebas melakukan segala hal, bersenda gurau, pergi kesana kemari tanpa mendapat larangan atau harus ijin terlebih dahulu. Melihat mereka bersama orang yang mereka kasihi, menghabiskan waktu bersama. Aku fikir itu sangat mengasyikkan. Maka aku pun menunggu saat-saat itu terjadi. 
Saat ini umurku 19 tahun, dan.. Yah. Aku berharap aku dapat kembali ke masa kecilku yang menurutku begitu bahagia. 
Pernah beberapa kali aku merenung, dan menertawakan pemikiranku sendiri. 
Apa memang seperti itukah sifat manusia? Tidak pernah puas akan suatu hal yang ada pada dirinya di saat itu?

Ya. Aku fikir, iya. Mostly, manusia memang tidak pernah bisa puas akan hal yang telah mereka dapatkan atau mereka capai. And, you know why? Karena kita terlalu sibuk memikirkan sesuatu yang belum kita capai, sampai-sampai kita melupakan apa-apa saja yang telah ada bersama kita saat itu. Kita terlalu sibuk menyusun segudang rencana dan berbagai list guna mencapai "goals kebahagiaan" kita. 

Ketika umurku 11 tahun, aku berkaca pada sosok orang dewasa dan begitu mendambakan hidup "layaknya" mereka. Maka terbentuklah sebuah keinginan, obsesi, dan segudang rancangan untuk aku dapat mewujudkan pemikiran itu. Membuatku lupa untuk mengingat moment per moment yang telah aku lalui. Hingga umurku 19 tahun saat ini, ketika aku melakukan kilas balik, yang terbayang adalah kosong. Seakan hidupku hanya berjalan dan setelah aku melewatinya, angin tiba-tiba datang menerbangkannya begitu saja. Benar-benar tidak ada kenangan manis sedikitpun yang dapat aku ingat selain aku lulus sekolah, lalu naik ke jenjang selanjutkan dan berlanjut seperti itu terus.
Aku melalui kehidupanku tidak dengan kesadaran yang utuh. Seolah-olah keramaian dunia dan hiruk pikuk pemikiran-pemikiranku bercampur menjadi satu membentuk suatu angin dahsyat yang membawaku terbang entah kemana tanpa aku sendiri sadari. 
Terdengar klise memang, tapi begitulah kenyataannya. Kita terlalu sibuk memikirkan akan hal-hal yang belum atau mungkin tidak bisa kita capai sehingga kita lupa bahwa keberadaan kita saat ini, hari ini, itu perlu dinikmati. 


Labels:

0Comments:
Post a Comment
Hey, peeps!
here i am....
Hello, my name is Kezia. A daughter of One True King, Jesus Christ. Indonesian. Forever His.
 star(s)

twitter IG curiouscat

Affiliates
year of us


Aulia S. Lettha Lynnamalina

Chanel Dian Chihuahua

Special Special Special

Say Hello?
for me, it's you!

This template and banners made by Qayyum